Jumat, 13 Februari 2009

ranah soempur kudus


Ranah Sumpu

dulu urang sumpu sangat terkenal dilingkung wilayah minang kabau tapi kini baa?
dak ado urang mengenalnyo lai rajo adat disumpur kudus seolah olah kini tinggal kenangan tapi selaku putra soempu ambo dak kan pernah malupoan itu

20 komentar:

  1. ambo berharap nan ateh namo urang soempu capek bergabung yooo ambo tungguu..........

    BalasHapus
  2. Konco Oghek artinya sahabat karib. Lawan Koghe artinya musuh sejati.

    Bila kedua kata ini digabungkan menjadi satu maka sangat sulit mencari sepadanan atau sinonimnya ke dalam bahasa Indonesia.

    Istilah ini mungkin bisa disepadani dengan istilah yang terdapat dalam pelajaran ilmu ukur …. bila kita tarik dua garis lurus maka keduanya tak akan pernah bertemu.

    Kata “Bertemu” pada kalimat ini lebih berkonotasi pada “bertemunya kepribadian”.

    Sebab, sepasang konco secara fisik tentu sering bertemu - sering kongkow namun sangat jarang sekali bertemu dalam “satu kata sepakat” atau pendapat.

    KOLK ini adalah pengejawantahan sikap demokrasi - yang konon asal muasalnya memang berasal dari Minangkabau.

    Berbeda pendapat dan selalu bersitegang adalah ciri khas sepasang atau dua kelompok KOLK - kalau bukan begitu … bukan KOLK namanya.

    Bila dicari sinonimnya dalam keseharian kita, maka yang paling sepadan untuk KOLK ini adalah politikus - dimana dalam dunia politik tidak pernah mengenal lawan abadi atau kawan abadi yang ada hanya kepentingan abadi.

    Begitulah kira-kira.

    Sumber : Redaksi Bulletin Silungkang, Edisi 7, 1 Oktober 2002/Tahun ke II - Edisi Ulang Tahun

    BalasHapus
  3. unjung Weblog News-doniaries blog

    Hampir tiga bulan terakhir ini,petani nagari Sumpur Kudus kecamatan Sumpur Kudus kesulitan untuk mendapatkan pupuk jenis Urea dan TSP,akibat kelangkaan pupuk hasil panen menurun secara drastis

    Satu-satunya pengecer resmi pupuk bersubsidi didaerah ini tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan petani,karena jatah yang diberikan tidak berimbang dengan permintaan

    Wali Nagari Sumpur Kudus Nasirwan yang dihubungi Haluan senen lalu di Muaro Sijunjung mengatakan,kita sangat mengharapkan kepada pemerintah agar dapat memperhatikan kelangkaan pupuk saat ini

    Akibat langkanya pupuk,membuat petani yang ada di nagari Sumpur Kudus menjadi resah,karena ada sejumlah sawah petani musim tanam yang lalu tidak dapat pupuk

    Hasilnya,sudah banyak sawah masyarakat yang memerah,karena tidak mendapatkan pupuk,hal ini kiranya perlu mendapat perhatian pmerintah,sekarang musim tanam yang lalu hampir panen,mungkin Minggu ke dua ini kita sudah panen

    Di nagari Sumpur Kudus jumlah sawah tidak mengalami tambahan,namun realita di lapangan,stok pupuk selalu tidak mencukupi,untuk tanam berikutnya dikhawatirkan sejumlah sawah tidak diberi pupuk jika tidak cepat kita atasi

    Kepada pihak terkait untuk segera mencarikan solusinya,sehingga pupuk bersubsidi yang selam ini sulit didapat,akan bisa didapatkan kembali di nagari yang jauh di pedalaman

    Sebenarnya pupuk kandang salah satu mengatasinya cukup tersedia,tapi petani kita telah terbiasa memakai pupuk Urea dan TSP,salah satu mengatasinya,pemerintahan nagari berusaha mengajak petani kembali kepada pupuk alami sebelum ada pupuk urea dan TSP ini

    Nagari Sumpur Kudus,Silantai,Unggan dan Manganti merupakan nagari yang paling ujung dari kecamatan Sumpur Kudus,selama ini pupuk tidak menjadi masalah tapi beberapa bulan ini seluruh petani mengeluh karena pupuk disejumlah nagari ini tidak ada lagi hilang diperedaran

    Keempat nagari tadi merupakan penghasil padi yang cukup banyak di kecamatan Sumpur Kudus,dengan kelangkaan pupuk surplus beras yang selama ini menjadi kebanggan petani turun dari biasanya

    Biasanya petani setiap panen padi mereka dapat menjual beras menjelang panen berikutnya tapi sekarang untuk kebutuhan sampai panen sudah ada sejumlah warga yang membeli beras lantaran hasil panen menurun.

    BalasHapus
  4. Sijunjung Weblog News-doniaries blog

    Setelah berhasil menggagalkan rencana perampokan terhadap bendahara kelompok kerja (Pokaj) program Kredit Mikro Nagari (KMN) di Nagari Tamparunggo, dan sekaligus meringkus tujuh pelaku, Senin (12/1) lalu, kini Polres Sijunjung masih mengejar pelaku lainnya.

    “Kita masih mengejar pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam rencana perampokan terhadap bendahara Pokja Program KMN,” ujar Kapolres Sijunjung, AKBP Hariyanto Syarifudin, SH, S.Ik didampingi Kasat Reskrim, Iptu Suyanto, SE kepada wartawan diruang kerjanya, Rabu kemarin.

    Menurut Suyanto, tersangka lain yang masih diburu adalah, Bakri (45).Mantan Kepala Jorong Koto Lamo Nagari Tamparunggo ini sudah dinyatakan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

    Terlibatnya, mantan Kepala Jorong Koto Lamo setelah pihaknya membekuk, Edi Fadli (48) warga Jorong Koto Lamo Nagari Tamparunggo.Edi Fadli, dibekuk sehari setelah pihaknya menangkap tujuh pelaku lainnya.Dari pengakuan, Edi Fadli, kata Kasat Rekrim, mantan Kepala Jorong Koto Lamo ini telibat dalam rencana perampokan tersebut.

    “Dari pengembangan dan pengakuan Edi Fadli, mantan Kepala Jorong Koto Lamo, terlibat dalam rencana perampokan tersebut,” beber Kasat Reskrim.

    Sebelumnya, seperti dilansir media cetak terbitan Padang , Polres Sijunjung, berhasil menggagalkan rencana perampokan terhadap bendahara kelompok kerja program Kredit Mikro Nagari Tanparungo, Kecamatan Sumpur Kudus, Syaftuni, Senin (12/1) sekitar pukul 03.00 WIB.

    Selain menggagalkan, polisi juga menangkap tujuh anggota komplotan yang merencanakan perampokan.Mereka masing-masing, Dika Saputra 20, Hendra Nofi, 33, Andi Setiawan, 20, Fauzi, 35, Edi Irawan, 40, Hendrianto, 24 dan Toto Sugiarto, 30.

    Tak hanya pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa, empat unit kendaraan roda dua, sebilah parang, tali dan lakban.Sementara barang bukti lainnya masih dicari anggota setelah dibuang oleh komplotan itu.

    Terbongkarnya rencana perampokan itu berawal dari informasi yang diberikan salah seorang informan kepada Polisi.Mendapat informasi A1, Kapolres Sijunjung Hariyanto Syarifudin, Waka Polres, Supriedi dan Kasat Reskrim serta sejumlah anggota Reskrim meluncur ke TKP untuk melakukan pengintaian.

    Ternyata benar, buruan yang ditunggu-tunggu mendekati TKP.Namun karena aksinya diketahui polisi, mereka mengurungkan niat dan berbalik meninggalkan Tamparunggo.

    Tak mau buruannya lepas, Kapolres Sijunjung, Hariyanto Syarifudin menangkap pelaku berikut barang bukti.Dari pengakuan pelaku, rencana perampokan berawal dari informasi yang disampaikan warga Tamparunggo bahwa Syaftuni bendahara pokja program KMN baru saja menerima uang sebesar Rp300 juta.

    Mendapat informasi, kompolotan perampok yang berasal dari Bangkinang, Batusangkar, Bukittinggi dan Agam serta melibatkan warga setempat menyusun strategi.Setelah matang merekapun melakukan aksinya.Namun aksi mereka dapat digagalkan polisi.(azn)

    BalasHapus
  5. Siapo bilang sumpu dak tasabuik da,tp memang indak satenar dulu do, apolai di kalangan urang mudo2 minangkabau. Tp msh bnyak urang nan tau, buktinyo kwan2 ambo urang minang di Jogja msh tau jo sumpu dan Rajo Ibadatnyo. Apolai pak Syafi'i urang Sumpu. Dalam Otobiografinyo nyo caritoan sajarah Sumpur Kudus, jd bukan sj urang minang yg tau, tp msyrakat luar minang jg bnyak yg tau. Jd ambo raso, kto sbgai putra Andrisk, spayo mambuek perkumpulan(persatuan)supayo terjalin komunikasi, untuk kamajuan kampuang kito Makkah Darek.

    BalasHapus
  6. terima kasih adinda rinaldi semoga banyak urang mudo yang berpikir seperti adinda baritau kawan yang urang soempu disitu dihhh

    BalasHapus
  7. Chris John mempertahankan gelar Juara Dunia Tinju Kelas Bulu WBA setelah meraih hasil seri dalam pertarungan melawan Ricardo Rocky Juarez di Houston, Texas, AS. (detikSport)

    BalasHapus
  8. Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat

    Kecamatan


    IV Nagari • Kamang Baru • Koto Tujuh • Kupitan • Lubuk Tarok • Sijunjung • Sumpur Kudus • Tanjung Gadang
    Lambang Kabupaten Sijunjung

    BalasHapus
  9. Beranda arrow Artikel arrow Ahmad Syafii Maarif arrow Harian Republika arrow Resonansi 2006 arrow Sinyal di Sumpur Kudus
    Aug 15 2006
    Sinyal di Sumpur Kudus PDF Cetak E-mail
    Tuesday, 15 August 2006

    Sekiranya letak Sumpur Kudus tidak tersuruk jauh di perbatasan Sumatra Barat dan Riau Daratan, di lembah bukit barisan, boleh jadi perhatian saya terhadap nagari yang sunyi ini akan tipis saja. Republika telah turut berjasa mengenalkan nagari dan kecamatan ini kepada para pembaca melalui Resonansi dan resensi otobiografi saya yang disiarkan secara luas itu. Ucapan terima kasih yang manis harus saya sampaikan kepada harian ini yang terus saya ikuti perjalanannya di samping sebagai pelanggan setia sejak pertama kali muncul tahun 1993 dengan segala kritik saya terhadapnya.

    Di Sumpur Kudus saya sendiri sudah tidak punya tempat tinggal lagi. Warisan ayah-bunda telah lama dimakan bubuk zaman, sekalipun keturunan keduanya sudah beranak pinak entah berapa kompi, sebagian besar tidak lagi saya kenal. Jika pulang kampung, saya selalu nebeng di tempat keluarga dekat yang dengan ramah menyambut saya dan teman-teman dari Jawa.

    Sejak satu setengah tahun yang lalu listrik, berkat uluran tangan PLN, telah mencahayai kawasan tersuruk itu hingga merambat ke tepi bukit. Begitu juga bantuan teman-teman dari Jawa, baik dari instansi pemerintah maupun swasta, telah banyak mengalir ke kawasan itu. Terakhir, sebuah masjid mungil di Silantai, tetangga nagari Sumpur, sedang dalam proses penyudahan, sebagian besar dananya dipasok dari kebaikan teman-teman. Tanpa itu semua, penyelesaian tempat ibadah ini akan memakan tempo tahunan, karena jangkauan tangan penduduk sangat terbatas. Ada satu dua orang yang punya rezeki agak lumayan, namun hatinya belum tersentuh untuk membeli tiket ke akhirat. Maka, terasa benarlah bagi Sumpur Kudus khususnya, dan Ranah Minang umumnya, tanpa rantau akan banyak mengalami kesulitan untuk membenahi sarana-sarana publik.

    Pemerintah sendiri juga punya keterbatasan-keterbatasan untuk membangun Indonesia yang luas ini. Saya tidak mau mengungkit kali ini, tentang kekayaan bangsa yang menguap ratusan triliun saban tahun karena kerapuhan birokrasi dan akutnya sakit mental kita.

    Penduduk Kecamatan Sumpur Kudus --yang juga nama nagari itu-- hanyalah sekitar 20 ribu jiwa. Umumnya petani padi, karet, cokelat, kulit manis, dan sedikit gambir. Sebelum kendaraan bermotor masuk ke kawasan itu, angkutan kuda merupakan transportasi utama untuk berbelanja ke pasar Kumanis yang jaraknya sekitar 30 kilometer dari nagari itu. Kini hewan yang pernah berjasa besar itu telah menghilang, "disapu" bersih oleh kendaraan yang menggunakan BBM yang harganya selalu dinaikkan pemerintah. Kalau dulu, anak-anak akan dengan mudah mengenal apa itu kuda karena tampak di mana-mana, di jalan dan di sawah, sekarang harus diceritakan dulu atau ditonton melalui televisi. Inilah perubahan zaman yang terus bergerak dan bergulir tanpa ada kekuatan yang dapat menghambatnya.

    Kadang-kadang muncul juga nostalgia untuk mengingat iringan kuda beban yang berangkat hari Senen dari Sumpur Kudus dan nagari sekitarnya ke Kumanis dan pulang Rabu dengan mengangkut keperluan pokok rakyat yang tidak dapat semuanya disediakan kampung. Bayangkan untuk menempuh jarak 60 km pergi pulang, harus diatur waktu lebih dua hari. Tetapi, dalam rekaman memori saya di usia lanjut ini, panorama masa lampau itu terlihat demikian asri dan tenang, sekalipun ketika dijalani cukup membuat kita penat, lelah, dan dahaga. Maklumlah jarak sepanjang itu ditempuh dengan berjalan kaki.

    Sekiranya Indonesia tidak merdeka sejak 61 tahun yang lalu, tentu nama Sumpur Kudus akan tetap tertimbun dari pengetahuan publik. Kemerdekaanlah yang memberi berkah kepadanya dan kepada bangsa ini, sekalipun banyak pula tangan-tangan amoral telah mengotorinya. Berkah yang paling baru ialah sinyal telepon genggam (HP) telah menerobos kawasan udik itu sejak 5 Agustus 2006. Sebuah perusahaan telah membangun dua menara untuk menerima dan menyampaikan sinyal itu kepada sasarannya. Saya percaya penduduk segera akan menyerbu kedai-kedai HP di kota, di samping memang sebagai alat komunikasi yang diperlukan, juga jangan dilupakan gengsi, sekalipun harus menekan keperluan yang lain.

    Komentar yang saya terima ialah dengan munculnya sinyal di sana, maka kemerdekaan Sumpur Kudus menjadi semakin sempurna, mengejar kawasan-kawasan lain yang telah lebih dulu merasakannya. Inilah teknologi yang berkembang dengan sangat kencang dengan segala sisinya yang positif dan negatif, sebuah risiko yang harus dihadapi. Dunia bukanlah teritori hitam-putih. Banyak dimensi yang harus dikaji dan dipertimbangkan untuk menarik sebuah kesimpulan yang tepat dan arif, apakah itu baik atau sebaliknya. Selamat dengan sinyal baru Sumpur Kudus, jangan lupa bersyukur kepada Allah SWT.

    BalasHapus
  10. KECAMATAN SUMPUR KUDUS


    Informasi Kecamatan


    I. Profil Kecamatan

    Kecamatan : Sumpur Kudus
    Camat : JHON ISWAR,SH

    Luas Daerah : 575,40 Km2
    Jumlah Nagari : 8 (delapan)
    Jumlah Rumah Tangga : 5.522
    Jumlah Penduduk : 22.334jiwa
    Kepadatan Penduduk : 39/ Km2



    II. Profil Nagari

    1. Kumanis
    Wali Nagari : Markias Gogar Marajo
    Luas Nagari : 14.80 Km2
    Jumlah Rumah Tangga : 543
    Jumlah Penduduk : 1.773
    Kepadatan Penduduk : 120/Km2


    2. Tanjung Bonai Aur
    Wali Nagari : Sunardi
    Luas Nagari : 43,30 Km2
    Jumlah Rumah Tangga : 982
    Jumlah Penduduk : 4.381
    Kepadatan Penduduk : 101 / Km2


    3. Tamparungo
    Wali Nagari : Jaminan Rj. Khatib
    Luas Nagari : 66,40 Km2
    Jumlah Rumah Tangga : 617
    Jumlah Penduduk : 2.503

    Kepadatan Penduduk : 38/ Km2


    4. Sisawah
    Wali Nagari : Nainunas Rajo Bilang
    Luas Nagar : 95, 40 Km2
    Jumlah Rumah Tangga : 798
    Jumlah Penduduk : 3.288
    Kepadatan Penduduk : 35/ Km2


    5. Sumpur Kudus
    Wali Nagari : Nasirwan
    Luas Nagari : 107, 25 Km2
    Jumlah Rumah Tangga : 1.197
    Jumlah Penduduk : 4.620
    Kepadatan Penduduk : 43/ Km2


    6. Silantai
    Wali Nagari : Sabran Dt. Majo Indo
    Luas Nagari : 23, 50 Km2
    Jumlah Rumah Tangga : 495
    Jumlah Penduduk : 1.875
    Kepadatan Penduduk : 80/ Km2


    7. Unggan
    Wali Nagari : M. Dt. Rajo endah
    Luas Nagari : 172, 30 Km2
    Jumlah Rumah Tangga : 533
    Jumlah Penduduk : 2.666
    Kepadatan Penduduk : 16/ Km2


    8. Manganti
    Wali Nagari : Syahril
    Luas Nagari : 52,45 Km2
    Jumlah Rumah Tangga : 357
    Jumlah Penduduk : 1.056

    Kepadatan Penduduk : 20/ Km2




    Previous - Next

    BalasHapus
  11. II. SUMBER DAYA ALAM


    Luas Panen, Produksi dan Rata-rata produksi palawija perhektar tanaman pertanian
    Tanaman
    Luas Panen(Ha)
    Rata-rata Produksi/Ha
    Produksi (Ton)

    Padi Sawah 1.412 3,9 5.506,8
    Cabe 1 2,5 2,5
    Jagung 2 3 6
    KacangPanjang 2 1 2
    Terung 2 1,5 3


    Luas Panen dan Produksi Buah-buahan
    Buah-Buahan
    Luas Panen(Ha)
    Produksi (Ton)

    Rambutan 3
    6

    Durian 4
    8

    Duku 2
    5



    Luas dan Produksi Tanaman Perkebunan Rakyat


    Produksi (Ton)
    Luas (Ha)

    Karet 4.950,72 4,154
    Kopi 15.247,2 200
    Kelapa 2,9 83
    Gambir 18.97332 91
    Pinang 9.276 2
    Coklat 14,46 35

    Populasi Ternak dan Unggas menurut Jenis Ternak (ekor)
    Tahun
    Jenis Ternak
    Jenis Unggas

    Sapi Kerbau
    Kuda Kambing
    Ayam Kampung Ayam Ras Itik

    2002 9.523 7.515 - 35.834 568.476 16.300 40.091
    2003 1.612 785 - 1.303 28.102 11.000 1.635
    2004 3.494 3.961 - 1.642 42.315 12.525 1.708
    2005 3.816 3.968 - 1.672 27.880 12.960 1.705
    2006 3.550 3.804 1.570 23.810 23.950 5.800


    Produksi Daging Sapi, Kerbau, Kambing (kg)


    Sapi
    Kerbau
    Kambing

    Produksi 15.400 6.750 1.225

    Jumlah, Luas Kolam dan Produksi Benih Ikan
    Banyak Kolam
    Luas (Ha)
    Produkasi Benih (ekor)

    45
    17
    13.964.200


    Luas Kolam dan Produksi Ikan Budi Daya
    Kolam
    Sawah

    Luas (Ha)
    Produksi(ton)
    Luas (Ha)
    Produksi(ton)

    69,95 293,75 102,5 170,5


    sumber : Kantor Camat Sumpur Kudus

    BalasHapus
  12. kadang2kala diingek waktu sekola dulu, tersa indah pagi pagi alah bangun pai sekoah smp jauh sekitar ampek kilo dak salah (soempu from silantai) banyak tampek nandi lalui, dari simpang ampek ka kampai sampai katitian tang somi, lalu simpang ampek bagenun na ado sebahagian manyobuik simang mangga,,,duhhhh setelah itu lewat tangalo,,,,trus tangah sawah..mandaki katombang....trus katanah putiah sampbil mangecek jo kawan lah sampai kabonjuar dan melalui kelok lang tolang sampai kaperbatasan silantai namonyo lobuah luruih..sekitar lima menit sampai dikinngkin...dak taraso hari jam tujuh kurang saparampek ampir masuak jam sekolah jam 7 pagi....tigo tahun itu ambo jalani dari jalan kaki,,basepeda ,sampai nebeng jo kawan bahonda ado juo samo oto pai kapasar....nasibbb...tapi pengelaman itu sampai kini masih teraso...sampai masuak smp kelas 1 ambo diplnco angsuang jo pramuka sangkek itu kepsek pak habas ruhut..urang pasisia namonyo dak salah ambo perkemahaan missing ceremonial diguguak tadak indah. ado acara tandiang ngaji,pantun,teka teki alham dulilah tim nan ambo pilih jadi juara disetiap erlombaan....setelah itu atas prestasi nan ambo torehkan,,juara umum dan yang ainya ambo dinobatkan jad ketua osis samaso itu....adopun guru ambo pado saat itu pak zulpikar,pak delpian ,ibu linda,pak ridwan,pak jafriadi,pak tamrin,dan banyak ambo ampi lupo..adap kawan ambo sankek itu,datin ,eva.ipul,riri,hilda ,itet,ided,cecen.icen ,bujang, siaf tecuit,elkuman,mel,siwe,dll..mungkin kini alah balaki dan banyak anak ....next

    BalasHapus
  13. joni sijori mengatakan:

    sumpur kudus jaman sekarang ruuaar biasa, apalagi akalau semua pemuda disana menghilangkan rasa Pacokak

    BalasHapus
  14. sekali kali mampir juga lah ke prismarjoni.blogspot.com

    BalasHapus
  15. Mengenai Pewariss yang ada di batam, kita semua sebagai warga sumpu tetap akan mendukung, tapi kadang2 pas ada acara kita sering kali tidak di kasih tau apa agenda acara nya, contoh besar yang tidak saya besar2 kan sampai sekarang, pas pergantian ketua pewaris yang baru ini saya sama sekali tidak di beritahu tentang akan adanya pergantian ketua, padahal dunia mengakui saya waktu itu masih menjabat sebagai ketua pewaris yang lama, tapi itu tidak saya besar2kan, apalagi sekrg ini saya tdk dibatam lagi, oke lah frend.. mogah sukses slalu.. salam untuk keluarga disana..

    BalasHapus
  16. Iyo ndak aghok ati dek-e doh. Takona Sumpu Kudus nan indah damai.

    Urang Rimbo Batang Sami 1958-60

    BalasHapus
  17. Silakan lihat copy posting saya dari Rantaunet, di bawah komentar mengenai "Tokoh Soempur Terkenal" dalam blog ini.
    Salam,
    -- Sjamsir Sjarif

    BalasHapus
  18. Tolong jelaskan apakah Sumpu sama dengan sumpur kudus karena ada yang mengatakan Sumpu itu dekat danau Singkarak, Ibu saya berasal dari Sumpu,suku Chaniago tapi saya tidak pernah tau dimana itu? mohon informasinya

    BalasHapus